kesehatan Reproduksi
KESEHATAN REPRODUKSI
Definisi Kesehatan Reproduksi
“Sehat” adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan system reproduksi, fungsi serta prosenya (WHO, 1992).
Pada konprensi Internasional tentang kependudukan dan Pembangunan (International Conference On Population and Development, ICPD) tahun 1994 di Kairo, Mesir. Telah disepakati definisi kesehatan reproduksi yang mengacu pada definisi sehat menurut WHO yaitu:
“Keadaan sehat yang menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental dan sosial, dan bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan di segala hal yang berkaitan dengan system reproduksi, fungsinya maupun proses reproduksi itu sendiri. Dengan demikian kesehatan reproduksi menyiratkan bahwa setiap orang dapat menikmati kehidupan seks yang aman dan menyenangkan, dan mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi, serta memiliki kebebasan untuk menetapkan kapan dan seberapa sering mereka ingin bereproduksi. Selain itu memperoleh penjelasan lengkap tentang cara-cara kontrasepsi sehingga dapat memilih cara yang tepat dan disukai, hak untuk mendapatkan pelayanan antenatal, persalinan, nifas dan pelayanan bagi bayi baru lahir, kesehatan remaja dan lain-lain perlu dijamin.”
Hal penting lainyang dalam konferensi tersebut adalah telah disepakati perubahan paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertiltas menjadi pendekatan yang terfokus pada kesehatan reproduksi dan hak reproduksi ., termasuk isu kesetaraan jender, martabat dan pemberdayaan perempuan serta tanggung jawab laki-laki dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi.
Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, 1996), yang dimaksud kesehatan reproduksi adalah apa yang disebut sebagai Reproduksi Sehat sejahtera, dengan definisi:
“adalah suatu keadaan sehat mental, fisik dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan system dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan serta dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, spiritual memiliki hubungan yang serasi-selaras-seimbang antara anggota keluarga dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.”
Dari beberapa definisi diatas jelaslah bahwa masalah kesehatan reproduksi bukan hanya menyangkut kehamilan atau langsung berkaitan dengan kehamilan saja, tetapi mencakup area yang jauh lebih luas. Kesehatan reproduksi bukanlah sekedar masalah biomedik saja, tetapi lebih merupakan masalah sosial karena dipengaruhi oleh berbagai factor sosial sepertibagaimana masyarakat mempersepsikan peran perempuan dalam masyarakat, kekerasan terhadap perempuan, sejauh mana masyarakat mengetahui bahwa merekapun dapat membantu kesehatan kaum perempuan, nilai anak, keluarga, dan sebagainya.
Konsep Kesehatan Reproduksi
Beberapa konsep kesehatan reproduksi yaitu:
- “ From womb to womb “ yang berarti dari janin sampai liang kubur. Ini menyiratkan bahwa: Kesehatan reproduksi memakai pendekatan siklus kehidupan manusia(life-cycle approach)
- Pendekatan secara sosial penting untuk mengatas masalah kesehatan reproduksi
- Pendekaan “ supply-demand“ (segi penyedia pelayanan kebutuhan masyarakat)
Alasan dipakainya konsep kesehatan reproduksi
Ada beberapa alasan dipakainya konsep kesehatan reproduksi tersebut yaitu :
1. Pada kesehatan reproduksi dipakai pendekatan siklus kehidupanm,bukan hanya pada kurun maternal saja. Hal ini menyebabkan konsep kesehatan reproduksi menjadi lebih luas karena masalah masalah ksehatan ibu dan anak terutama,dapat diantisipasi sedini mungkin dimana dapat dikatakan bahwa masalah kesehatan maternal erat hubungannya dengan kondisi selama masa remaja bahkan mulai masa kanak-kanak
2. Peningkatan penyediaan pelayanan kesehatan dapat dikembangkan sesuai definisi kesehatan reproduksi,sehingga masyarakat,kaum perempuan khususnya,akan mendapatkan pelyanan kesehatan yang komprehensif
3. Konsep Kesehatan Ibu dan Anak tidak mampu menampung perubahan yang terjadi di masyarakat,dimana masalah jender makin mencuat,perempuan makin sadar akan hak-haknya dan hal ini akan lebih memungkinkan untuk diatasi dengan konsep kesehatan reproduksi.
Komentar
Posting Komentar